Orologio Digitale

LOGO SPDKK PERTAMA SEKALI

Beriringnya waktu, Logo tersebut dilakukan perubahan oleh guru besar, kemudian disempurnakan hasil musyawarah antar pengurus perkuruan dengan dewan sabuk hitam hingga sekarang dengan dasar kuning dan dua besi cabang diatas ber bintang dua dikanan kiri bawah.

SPDKK MEMORY

Almarhum Guru Besar SPDKK Yth Karmin Suroso BA, beserta Murid-muridnya yang kini masih berkiprah di kancah Dunia Persilatan Indonesia dan Internasional.

GURU BESAR SPDKK

YANG MULIA ALMARHUM KARMIN SUROSO BA

SPDKK!!! Bersama Pasti Bisa. SATRIA !!!! JAYA !!!!

Siap Tempur untuk Menggempur. Bertanding untuk Menang

PENGCAB SPDKK MEDAN 2015-2018

Bekerja Keras Mengembangkan SPDKK dan meningkatkan Prestasi, Berbudi luhur, teguh, Satria!!!

CENDRA MATA DARI DAHLIANA DEWAN SABUK HITAM

Pemberian matras untuk sarana latihan siswa siswi SPDKK Medan diterima langsung oleh Sekretaris SPDKK Kota Medan usai pelantikan pengurus cabang SPDKK Kota Medan Periode 2015-2018 dengan Ketua Terpilih Ilyas Nasution S.Pd.

PENGCAB SPDKK KOTA MEDAN HP 081361228624

Minggu, 20 November 2016

Enjang Bahri Pimpin IPSI Kota Medan





(Analisa/istimewa) IPSI MEDAN: Ketua Umum terpilih Pengkot  IPSI Medan Kompol H Enjang Bahri SH (tengah) saat menyampaikan sambutan pada Muskot IPSI di  Aula SMKN 7 Jalan STM Medan, Sabtu (19/11).
Medan, (Analisa). Kompol H Enjang Bahri SH terpilih menjadi Ketua Umum Pengkot IPSI Kota Medan Pe­rio­de 2016-2020.
Enjang terpilih dalam Mus­kot IPSI Medan, Sabtu (19/11) di Aula SMKN 7 Jalan STM Me­­dan.
Muskot IPSI Sumut diikuti 32 dari 41 perguruan yang ter­daftar. Dalam sidang yang di­pimpin M Syahrul Albantani ber­­­sama Dharma Efendi SH MHum (Sekretaris) dan Edy Sur­ya (Anggota), Enjang yang juga Ketua U­mum PP Per­guruan Pencak Si­lat SPD­KK, terpilih menakho­dai orga­ni­sasi tertinggi pencak silat Me­dan se­te­lah meraih 17 suara, semen­tara kandidat lainnya, Retno (Perguruan Satria) 15 suara.
Ketua Umum Terpi­lih En­jang Bahri yang juga bertindak sebagai Ketua Formatur, dalam Muskot kema­rin menunjukkan di­rinya sebagai sosok yang de­mok­ratis dan berjiwa besar.
 Ini terlihat dari komposisi Forma­tur, selain diisi M Syahrul Al­ban­tani (Pengprov IPSI Su­mut), kompetiternya dalam Mus­kot, Retno juga disertakan di dalamnya. Formatur, diama­nahkan dalam waktu 15 hari menyusun kom­posisi kepengu­ru­san IPSI Me­dan Periode 20­16-2020.
Enjang ketika dimintai ko­men­tarnya oleh wartawan, mengucapkan terima­kasih ke­pa­da seluruh perguruan pencak silat di Medan yang menurutnya me­miliki peran besar menyuk­ses­kan Muskot.
Dinamika yang terjadi dalam Mus­kot, menurut Enjang sangat positif. Memang begitulah nu­an­­sa demok­rasi. Beda pilihan adalah hal biasa.
Namun tambahnya, berbeda pilihan hanya ada pada Muskot. Enjang mengajak seluruh Per­gu­ruan kembali bersatu. Tidak adalagi istilah kubu si A atau si B. Semuanya berada dalam satu payung yakni IPSI Kota Medan.
Dalam visi misinya ia pun memapar­kan keinginannya ada­nya perubahan di IPSI Me­dan.”Allah tidak akan merubah nasib suatu Kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Karenanya, kepada seluruh perguruan / insan silat Kota Medan, mari kita satukan visi dan misi kita. Ini adalah mo­men­tum untuk membangun Pencak Silat Kota Medan lebih berprestasi,” kata Enjang yang pekan lalu dilantik memimpin Paguyu­ban Banten Sumatera Utara (Paban­su).
“Pembinaan yang dilakukan tidak hanya terhadap atlet, tapi juga pelatih maupun wasit juri. Karenanya pelatihan-pelatihan harus diperbanyak,” tambah­nya.
Enjang berjanji menjalankan manaje­men terbuka terbuka, dengan mem­bangun sistem agar program kerja berjalan efektif juga efisien. (mp)

17-15, Selisih 2 Suara Hantar Kompol H Enjang Bahri SH Jadi Ketua IPSI Medan 2016-2020



17-15, Selisih 2 Suara Hantar Kompol H Enjang Bahri SH Jadi Ketua IPSI Medan 2016-2020
Photo: Kompol H Enjang BAhri SH Ketua Terpilih Muskot IPSI Kota Medan tahun 2016. DOc. BP-Pradipta Maulidan
Buanapos-Medan,
Pemungutan suara secara rahasia dan atau terbuka pada musyawarah kota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan tahun 2016 yang diadakan jujur dan adil pada hari sabtu, 19 november 2016 dimulai jam 09.00 sampai pukul 16.00 wib berlangsung sukses, Kompol H Enjang Bahri SH menjadi ketua Terpilih.
Kemenangan Kompol H Enjang Bahri SH dengan mendapatkan 17 suara, selisih 2 suara dari rival Retno yang hanya mendapatkan 15 suara membuktikan bahwa musyawarah kota IPSI Medan kali ini bebas dari intervensi dan hasilnya benar-benar berdasarkan hati nurani, demikian papar salah seorang peserta Amru pada buanapos.com.
Meski dalam musyawarah itu dirasa alot pada awalnya demi untuk kemajuan persilatan di kota medan sebagai peninggalan leluhur asli budaya indonesia, namun semua peserta dapat menerima hasil suara karena sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa pemungutan suara dilakukan secara tertutub dengan menuliskan nama dan atau nomor urut calon ketua.
Pengumuman hasil sidang Formatur diskor sementara oleh Pimpinan Sidang M Syahrul Al Bantani sampai 15 hari mendatang atas permintaan Kompol H Enjang Bahri SH sebagai ketua terpilih masa bakti tahun 2016-2020.
Sidang Musyawarah Kota IPSI Medan di Pimpin M Syahrul Albantani, Sekretaris Dharma Efendi SH MHum, Anggota Edy Surya. Dihadiri oleh Ketua Pengprov IPSI Sumut yang mewakili dan Ketua Koni Kota Medan yang mewakili, dan 32 Perguruan dari 41 perguruan yang terdaftar di Pengurus Kota IPSI Medan juga pengurus pelaksana IPSI Kota Medan sebagai panitia. (Pradipta Maulidan)

Enjang Bahri Inginkan Perubahan IPSI Medan




Enjang Bahri Inginkan Perubahan IPSI Medan
Buanapos-Medan,

“Allah tidak akan merubah nasib suatu Kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya,” demikian disampaikan Kompol H Enjang Bahri SH pada Visinya menjadi calon Ketua IPSI Medan, sabtu, 19/11 bertempat di Aula SMKN 7 Jalan STM Medan.
Perubahan yang disampaikan Enjang lebih jelas dijabarkan dalam misi, antaranya mempersatukan seluruh perguruan silat yang ada di kota Medan kedalam satu wadah IPSI, kemudian merubah manajemen kepengurusan yang lebih baik, terbuka, dengan membangun sistem agar program kerja yang dicanangkan dapat berjalan dengan efektif juga efisien serta merekrut para pengurus IPSI Medan dan seluruh pengurus.
Lanjut Enjang, perubahan yang di inginkan meningkatkan SDM IPSI terutama pembinaan-pembinaan terhadap atlit dan wasit juri dengan memberikan pelatihan-pelatihan berdasarkan perkembangan dan peraturan nasional.
Lebih jauh diutarakan Enjang melakukan koordinasi dengan Pemerintah agar Pencak Silat sebagai budaya asli bangsa indonesia dapat dimasukkan ke dalam pelajaran ekstrakulikuler, khususnya dari tingkat SD, SMP dan SMU/SMK/ sederajat.
Sebelum ditutup pada kesempatan itu Polisi berpangkat Kompol ini menghimbau dan mengajak semua komponen Perguruan kota medan untuk terbuka, bersatu, berjuang, bekerja dan berbakti.
(Pradipta Maulidan)